Rabu, 26 Januari 2011

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, Indonesia memiliki segudang potensi alam yang berprospek cerah pada segala bidang. Potensi inilah yang nantinya dimanfaatkan sebagai kunci alternatif strategi perlindungan dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Salah satunya yaitu untuk dikembangkan sebagai obyek penunjang dunia pariwisata nasional. Dunia pariwisata menjadi sangat penting karena merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia dalam menunjang pergerakan perekonomian di tingkat bawah baik skala daerah maupun nasional. Selain mampu memberi income langsung kepada pemda setempat, sektor pariwisata secara langsung/tak langsung juga memberi imbas pada pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sekitar kawasan obyek wisata. Salah satu bentuk program alternatif dalam mengembangkan pola wisata ekologis (ecotourism) adalah kegiatan perlindungan anggrek alam sebagai organisme yang terancam punah dan juga habitat tempat hidup anggrek alam.

Anggrek memiliki penyebaran yang sangat luas mulai dari benua arktik hingga antartika dan melimpah di daerah tropis. Data world conservation monitoring center (1995) menunjukkan bahwa dibandingkan dengan tumbuhan berbunga lainnya di Indonesia maka anggrek menerima ancaman kepunahan tertinggi sebanyak 203 jenis (39 %). Semakin maraknya pembangunan pemukiman, perkebunan, maupun perusakan hutan telah mempercepat kepunahan spesies anggrek alam. Banyak spesies anggrek telah punah sebelum sempat dideskripsi dan didokumentasikan. Oleh karena itu, maka saya sebagai penyaji makalah membuat judul tentang keanekaragaman hayati anggrek agar masyarakat mengetahui bahwasannya Negara Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman anggrek yang sangat banyak dan perlu untuk dijaga kelestariannya agar tidak mengalami kepunahan.

1.2 Tujuan

1. Untuk mengetahui keanekaragaman anggrek di Indonesia.

2. Untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat dalam melestarikan anggrek di Indonesia.

BAB II

ISI

Anggrek merupakan salah satu family tumbuhan berbunga yang memiliki keragaman spesies yang sangat banyak, yaitu berkisar 20.000-35.000 spesies. Dengan sekitar 5000 spesies anggrek yang dimiliki, maka Indonesia diyakini sebagai negara dengan keragaman anggrek terbanyak di dunia. Anggrek juga merupakan tanaman bunga hias berupa benalu yang bunganya indah. Anggrek sudah dikenal sejak 200 tahun lalu dan sejak 50 tahun terakhir mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia. Angka tersebut merupakan waktu yang telat bagi Negara Indonesia. Terbukti anggrek Paphiopedilum dayanum yang berasal dari Kalimantan pada tahun 1896 sudah dikenal di Eropa, tetapi sayangnya orang-orang pribumi pada saat itu belum menyadari akan nilai ekonomi anggrek ini. Setelah semakin banyak bangsa Belanda dan Inggris yang berdatangan di Indonesia, barulah anggrek mulai dibudidayakan dan mendapat perhatian khusus (Lestari, 1985 dalam ANONIM : http://www.unsjournals.com)

Anggrek memiliki nilai potensi yang sangat tinggi. Karena potensi yang besar ini maka juga sekaligus sebagai tantangan untuk menjaga, mengelola dan melestarikan-nya. Aset kekayaan genetik ini mampu memberi nilai ekonomi tinggi apabila dikelola dengan baik.

Anggrek lebih di kenal di masyarakat sebagai bunga anggrek yang memiliki keindahan dan ketahanan bunga yang lama. Karena sifat-sifat itulah anggrek mulai banyak di budidayakan dan di silangkan untuk mendapatkan anggrek Hibrida yang memiliki bunga indah dan tahan lama. Sayangnya keberadaan anggrek hutan sebagai plasma nuftah yang tak ternilai harganya kian terancam oleh ekploitasi yang berlebihan dan konversi hutan yang merupakan habitat asli anggrek. Bentuk-bentuk eksploitasi ini bisa berupa perdagangan anggrek alam yang tak terkendali. Dengan berbagai permasalahan tersebut, tak elak lagi kepunahan kehidupan anggrek di alam tidak sekedar isapan jempol para pemerhati lingkungan, namun saat ini benar-benar sudah berada dititik kritis dimana laju kepunahan tersebut akan merangkak mulai dari species-species pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali-NTT dan sekitarnya, kemudian Papua. Bahkan kemungkinan Sumatera dan Sulawesi akan mengalami kepunahan ekosistem anggrek di alam pada 2015 bila tidak ada langkah-langkah signifikan yang segera dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan tersebut. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan anggrek diperlukan berbagai upaya, salah satunya inventarisasi spesies-spesies anggrek liar sebagai langkah awal.

Upaya dalam menginventarisasi spesies anggrek merupakan hal yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan anggrek. Namun dalam upaya menginventarisasikan anggrek tersebut, perlu kita ketahui terlebih dahulu jenis dari anggrek tersebut. Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain: Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang, Vanda hookeriana, berwarna ungu berbintikbintik berasal dari Sumatera, anggrek larat/Dendrobium phalaenopis, anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis, anggrek Apple Blossom, anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya serta anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah. Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya, yaitu:

1. Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya, sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara.

2. Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditumpangi, hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang.

3. Anggrek tanah/anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yang hidup di atas tanah.

Berdasarkan PP no. 7 Tahun 1999 beberapa jenis anggrek di Indonesia dilindungi, yang tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan namun dengan mempunyai ijin penangkaran para penangkar anggrek dapat memperjualbelikan hasil anggrek penangkarannya (untuk mendapatkan ijin penangkaran anggrek hubungi Balai KSDA terdekat), berikut jenis-jenis anggrek dimaksud ;

  • Ascocentrum miniatum atau anggrek kebutan
  • Corybas fornicatus, anggrek koribas
  • Coelogyne pandurata, anggrek hitam
  • Cymbidium hartinahianum, anggrek hartinah
  • Dendrobium d'albertisii, anggrek albert
  • Dendrobium lasienthera, anggrek stuberi
  • Dendrobium macrophyllum, anggrek jamrud
  • Dendrobium catinecloesum, anggrek karawai
  • Dendrobium palaenopsis, anggrek larat
  • Dendrobium ostrinoglosum, anggrek karawai
  • Gramatophyllum papuanum, anggrek raksasa irian
  • Gramatophyllum speciosum, anggrek tebu
  • Macodes petola, anggrek ki aksara
  • Paphiopedillum chamberlainianum, anggrek kasut kumis
  • Paphiopedillum glaucophyllum, anggrek kasut berbulu
  • Paraphalaenopsis devenei, anggrek bulan bintang
  • Paraphalaenopsis laycockii, anggrek bulan Kalimantan Tengah
  • Paraphalaenopsis serpentilingua, anggrek bulan Kalimantan Barat
  • Phalaenopsis amboinensis, anggrek bulan Ambon
  • Phalaenopsis gigantea, anggrek bulan raksasa
  • Phalaenopsis sumatrana, anggrek bulan Sumatra
  • Phalaenopsis violacose, anggrek kelip
  • Renanthera matutina, anggrek jingga
  • Spathoglattis zurea, anggrek sendok
  • Vanda celebica, vanda mungil Minahasa
  • Vanda hookeriana, vanda pensil
  • Vanda pumila, vanda mini
  • Vanda sumatrana, vanda Sumatra

Mari kita menjaga kelestarian anggrek asli Indonesia dengan tidak mengambil anggrek dari habitat aslinya di hutan, jangan sampai anak cucu kita hanya akan melihat anggrek asli Indonesia di negeri tetangga.

Beberapa gambar jenis anggrek yang dilindungi di Indonesia.

Ascocentrum miniatum Corybas fornicatus

Coelogyne pandurata Cymbidium hartinahianum


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan informasi di atas maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Dengan sekitar 5000 spesies anggrek yang dimiliki oleh Indonesia, maka Indonesia diyakini sebagai negara dengan keragaman anggrek terbanyak di dunia.

2. Masyarakat memiliki kesadaran yang kurang dalam menjaga kelestarian anggrek, dimana hal ini dapat dilihat dari keberadaan anggrek hutan yang ada di Indonesia sebagai plasma nuftah telah terancam oleh ekploitasi yang berlebihan dan konversi hutan yang merupakan habitat asli anggrek.

3.2 Saran

Anggrek merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia yang tak ternilai harganya. Dimana Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman anggrek terbanyak di dunia. Oleh karena itu maka kita sebagai penerus bangsa diharapkan dapat menjaga kelestarian alam anggrek, agar anggrek yang kita miliki tidak mengalami kepunahan.

DAFTAR PUSTAKA

ANONIM : http://www.bogorbotanicgardens.org/berita.php?id=123 Diakses 12 januari 2011

ANONIM : http://www.anggrek.org/paket-wisata-ekologis-interaktif-sebagai-alternatif-konservasi-anggrek-berbasis-pariwisata.html Diakses 12 januari 2011

ANONIM : http://contohlaporan.blogspot.com/2010/03/anggrek-hutan-keanekaragaman-hayati.html Diakses 12 januari 2011

ANONIM : http://www.unsjournals.com/D/D0202/D0202pdf/D020205.pdf Diakses 12 januari 2011

ANONIM : http://hijaunegeri.blogspot.com/2009/01/jenis-anggrek-indonesia-dilindungi.html Diakses 15 januari 2011